Kilas Balik Pendidikan Bagi Perempuan di Zaman Penjajahan

Kilas Balik Pendidikan Bagi Perempuan di Zaman Penjajahan

Kilas Balik Pendidikan Bagi Perempuan di Zaman Penjajahan – Pendidikan adalah hal yang penting untuk dimiliki semua orang baik bagi perempuan ataupun laki-laki baik tua ataupun muda. Pendidikan sendiri menjadi salah satu hambatan bagi perempuan karena masih banyak sekali pola mind set masyarakat yang buruk bahwasannya perempuan akan kembali lagi ke dapur dan mengurusi segala permasalahan rumah tangga. Jadi, sebenarnya ada beberapa hambatan dari pendidikan bagi perempuan yang dimana salah satunya telah disebutkan sebelumnya dan juga masalah keuangan atau ekonomi yang tidak mencukupi biaya pendidikan. Selain itu, faktor peghambat yang ada adalah kurangnya inspirasi untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Membahas hal mengenai pendidikan bagi perempuan, tentunya setiap peristiwa yang ada memiliki asal muasal. Maka pada kesempatan kali ini, akan membahas mengenai sejarah dari pendidikan perempuan. Pendidikan bagi perempuan dimulai sejak adanya gagasan dari Ibu RA. Kartini. Semua ini bermula karena adanya buku ciptaan Ibu RA. Kartini yang berjudul habis gelap terbitlah terang. Dengan buku ciptaannya, seluruh Indonesia mulai gonjang-ganjing karena isi dari buku tersebut. Isi dari buku tersebut pada intinya bahwasannya perempuan sudah terikat lama dengan adat istiadat dan tidak bisa melakukan pembelajaran. Dunia perempuan sangatlah keras hingga susah untuk sekalipun berjalan keluar dan hal tersebut merampas kebahagiaan dari seorang perempuan. Jadi, inti dari buku tersebut membuat perbincangan keras di dalam masyarakat pada era Ibu Kartini.

Pada saat itu, ada seorang pengajar perempuan berasal dari Belanda kaget dimana pendidikan bagi perempuan sangat miris. Kehidupan perempuan pada masa itu memiliki keterbelakangan pada pendidikan. Maka dari itu, Ibu Kartini ingin memajukan pendidikan di Indonesia hingga melakukan berbagai macam cara. Usaha yang paling awal dilakukan oleh Ibu Kartini adalah membuka kelas kecil untuk pendidikan bagi perempuan. Hingga di tahun 1904 berdiri sebuah sekolah bernama Raden Dewi Sartika. Dari situlah, Ibu Kartini mulai dikenal sebagai salah satu tokoh yang melakukan pergerakan untuk perempuan di Indonesia. Dengan adanya, pendidikan bagi perempuan pada masa itu membuat perempuan Indonesia mengalami kesehjteraan. Perkembangan suatu negara juga perlu diperhatikan dari segi pendidikan bagi perempuan, walaupun perkembangan sendiri tidaklah terlalu cepat dan langsung meningkat drastis.

Begitulah sedikit sejarah mengenai pendidikan bagi perempuan pada saat itu dan seharusnya kamu yang tidak berada di zaman penjajahan haruslah memanfaatkan pendidikan walaupun kamu seorang perempuan. Perempuan yang dimana kembali lagi ke kuadratnya menjadi seorang ibu. Lihatlah sedikit kilas balik tokoh perjuangan wanita yang melakukan berbagai macam usaha hanya untuk memajukan pendidikan bagi perempuan Indonesia. Perlu untuk kamu ketahui, jadilah seorang ibu yang berpendidikan dan mampu menjadikan anak-anaknya sukses dan bisa mengabdi pada negara Indonesia.

Be the first to comment on "Kilas Balik Pendidikan Bagi Perempuan di Zaman Penjajahan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


Do NOT follow this link or you will be banned from the site!